LPSI: Prabowo Lebih Demokratis, Blusukan Jokowi Hanya One Man Show

Jakarta,Riset Lembaga Penelitian Suara Indonesia (LPSI) menyimpulkan bahwasanya style kepemimpinan pasangan Prabowo Subianto - Hatta Rajasa lebih demokratis daripada Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Riset ini di sajikan dalam acara Kajian Deskriptif Style Kepemimpinan Prabowo-Hatta serta Jokowi-Kalla yang digelar di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, pada Rabu (2/7/2014).

Riset dikerjakan dengan mengambil data dimulai dari orang-orang umum s/d pihak-pihak yang sempat berhubungan segera dengan ke-2 capres-cawapres ini. Akhirnya Prabowo dikira mempunyai nilai demokratis sebesar 65, 7 % serta Jokowi 27, 8 %.

Koordinator Peneliti LPSI Muhammad Ridha mengakui lembaganya tak berkenaan dengan kubu capres spesifik. Survey dikerjakan untuk berikan rekomendasi untuk pemilih dalam pilpres 9 Juli kelak. " Sebenarnya kami yaitu instansi yang berdiri sendiri serta tak berkenaan timses manapun, " kata Muhammad Ridha.

Tidak sama dengan survey yang mengambil data dari tanggapanden, menurut Ridha, riset yang memakai tehnik kualitatif ini memiliki akurasi yang lebih tinggi. Dalam tehnik ini, data di ambil dari narasumber atau informan yang kuasai persoalan serta tak memprioritaskan jumlah.

Satu diantara hal yang disinggung dalam riset ini yaitu style kepemimpinan blusukan Jokowi yang dinilai tak demokratis. " Style kepemimpinan Jokowi tunjukkan one man show serta tak demokratis, " kata Ridha.

Hal semacam ini juga di setujui oleh Agung Supriyo, Pengamat Politik Dari Kampus Indonesia yang ada untuk panelis. " Memanglah ya, style blusukan Jokowi itu memanglah tak demokratis, meskipun saya sangka sidak itu terus butuh, " tuturnya. Diluar itu, menurut riset ini, beberapa informan mengungkap bahwasanya Prabowo lebih dengarkan bawahan, seringkali diskusi, serta obyektif.

Sesaat Jokowi menurut informan seringkali memerintah, komunikasi kerap satu arah, serta membiarkan bawahannya mengatur diri sendiri hingga kerap tak sinkron keduanya.

Riset ini dikerjakan tanggal 3 - 23 Juni 2014 dengan sumber dana dari sumbangan BUMN sebesar Rp 300. 000. 000.


" Kekurangan riset bermetode kualitatif ini memanglah yaitu saat yang lama serta cost yang mahal, " kata Ridha

Click to comment