Cara Mudah Bedakan Ponsel dari Toko Handphone Resmi dan Black Market

Belakangan ini, hampir semua kalangan mulai dari anak muda hingga orang dewasa pasti menggunakan perangkat komunikasi yaitu ponsel. Hanya saja dengan jenis yang berbeda. Kebutuhan akan alat komunikasi memang mengalami meningkatkan yang cukup tajam, jika dulu ia sebatas digunakan untuk menunjang hubungan komunikasi jarak jauh saja, sekarang ini nilai fungsinya jauh lebih beragam, diantaranya sejak ada fitur untuk terkoneksi dengan internet. Mulai dari melihat informasi terbaru, berbisnis atau sekedar memperluas jaringan pertemanan semua dapat dilakukan mengandalkan ponsel. Jika dilihat kebanyakan diantara toko handphone juga menjual lebih banyak merk ponsel.

Mulai dari buatan lokal hingga produk impor dari luar negeri yang sekarang sudah menjadi prestige tersendiri. Anda hanya tinggal memilih mana yang sesuai kebutuhan dan keuangan, semuanya ada di pasaran. Hanya saja tak bisa dipungkiri meskipun memberikan banyak sekali nilai manfaat, ia juga menyelipkan sedikit nilai minus, khususnya dari segi biaya penggunaan. Semakin hari tingkat konsumsi akan kebutuhan komplementer yang satu ini juga semakin meningkat, dari yang dulunya hanya puluhan ribu rupiah perbulan menjadi ratusan ribu rupiah, hanya demi komunikasi.

Diantara sekian banyak toko handphone yang ada, nyatanya juga tak semuanya menunjang keamanan bagi konsumen. Tak jarang diantaranya yang tawarkan produk-produk palsu. Jadi Anda harus lebih berhati-hati dalam memilihnya. Penjualan tersebut lebih dikenal juga dengan nama black market. Biasanya ada beberapa ciri yang bisa Anda gunakan untuk membedakan antara ponsel yang dijual dari black market dengan resmi, diantaranya adalah:

1. Harga yang sangat murah, tentunya banyak diantara Anda yang pernah dapatkan tawaran ponsel high class namun dengan harga yang hanya setengahnya saja. Sebaiknya bagi Anda yang terima tawaran tersebut jangan langsung membeli, ketahui bahwa belum tentu barang yang dijual tersebut asli. Produk-produk ponsel dari black market memang sengaja dijual dengan harga yang lebih miring, umumnya hanya setengah atau bahkan tak sampai, karena barang-barangnya ilegal. Baik itu produk curian atau selundupan yang berasal dari luar negeri.
2. Tak ada garansi yang diberikan, jika Anda datang ke toko resmi, pada setiap pembelian produk baru pastinya akan ada surat khusus, yang menyatakan jika barang rusak dalam tenggang waktu tertentu, maka bisa mendapatkan perbaikan, atau bahkan diganti dengan yang baru. Bahkan untuk pembelian barang-barang bekas terkadang juga demikian. Namun ponsel di black market tak menerapkan hal tersebut, meskipun jaminan baru.
3. Minus kabel data ataupun dusbox, jadi biasanya konsumen yang membelinya hanya dalam bentuk ponsel biasa, tanpa keberadaan dusbox dan juga kabel data bahkan untuk charger, sehingga harus membelinya sendiri. Kebanyakan penjualan semacam ini berasal dari barang-barang curian.
4. Tak memiliki stiker hologram yang menunjukkan keaslian produk. Cara paling mudah lainnya untuk membedakan apakah ponsel tersebut dari black-market atau tidak. Anda dapat melihat di balik chasing. Umumnya produsen selalu menyertakan stiker hologram kecil yang menandakan keaslian produk, namun disini tidak.
5. Umumnya tak dijual secara terang-terangan, hanya tawaran dari mulut ke mulut atau datangnya sebuah sms bahkan email yang menawarkan produk teknologi dengan harga yang sangat murah. Nantinya untuk membeli Anda dapat order terlebih dahulu.
6. Tampilannya tak sebagian ponsel baru atau hp bekas yang sering dijual di pasaran, biasanya ada banyak cacat disana-sini.

Cerdas bedakan mana ponsel dari toko handphone resmi dan tidak.

Toko Handphone

Click to comment