Perbedaan Kerudung, Khimar, dan Jilbab dalam Islam

Seorang muslim diwajibkan memakai pakaian sesuai syariah Islam tak terkecuali wanita atau pria. Bagi muslim pria, aturan berpakaian dalam Islam tidak terlalu berbeda dengan aturan berpakaian umum seorang laki-laki. Namun bagi wanita muslimah terdapat batasan-batasan yang lebih kompleks dibandingkan dengan aturan umum dalam pergaulan. Pada baju muslimah, dikenal istilah kerudung, jilbab dan khimar. Banyak sekali terjadi kesalahfahaman sehingga menimbulkan kerancuan di arti ketiganya. Di artikel ini akan dijelaskan perbedaan satu sama lain terutama untuk dua point terakhir.


Kerudung sebetulnya bukanlah pakaian muslimah secara syar’i. Kerudung terbatas pada penutup kepala tanpa memiliki aturan lebih rinci lainnya. Pada jaman dahulu, banyak wanita berkerudung hanya untuk pergi mengaji, atau ke masjid. Bentuknya seperti selendang panjang berbahan tipis dengan cara pemakaian di tutupkan di atas kepala kemudian diselempangkan di atas kedua bahu. Kerudung jelas tidak memenuhi aturan syariah karena masih menampakkan bagian rambut dan leher. Bahan kerudung juga kerap diambil dari kain tipis yang menerawang sehingga bertolak belakang dengan aturan Islam.

Banyak terjadi kesalahpahaman dalam pengertian jilbab. Seringkali muslimah menganggap bahwa jilbab adalah kain panjang yang menutupi kepala, leher sampai dada. Namun sebetulnya jilbab berarti pakaian panjang dan longgar untuk yang menutup aurat. Jilbab adalah pakaian yang dipakai untuk menutupi bahu sampai mata kaki, bukan area kepala dan leher. Berikut ini adalah beberapa sumber dari pengertian jilbab menurut ulama:

  • Kitab Al Mu’jam Al Wasith oleh Dr. Ibrahim Anis
Menyebutkan bahwa jilbab adalah pakaian yang menutupi seluruh tubuh atau pakaian yang dikenakan di atas pakaian rumah.

  • Tafsir Ruuhul Ma’ani oleh Imam Alusiy
Jilbab adalah kain besar untuk menutupi seluruh tubuh.

Dari kedua pengertian di atas. jilbab merupakan pakaian lebar yang menutupi seluruh tubuh, digunakan wanita muslimah ketika ingin keluar rumah atau jika bertemu dengan orang lain yang bukan mahram. Jilbab menutupi bagian bawah wanita yaitu dari bahu hingga kaki.

Yang kita anggap jilbab saat ini itulah yang dimaksud dengan point terakhir. Khimar adalah pakaian bagian atas terbuat dari kain yang digunakan untuk menutupi aurat wanita muslimah pada bagian atas tubuh meliputi kepala, leher dan dada. Pakaian atas ini menutup bukan hanya dari depan melainkan sisi samping dan belakang. Penggunaannya sudah di atur dalam Al Qur’an dalam surat An Nuur ayat 31 yang berarti : “Hendaklah mereka menutupkan khumur ke dadanya”. Khumur adalah bentuk jamak dari pakaian atasan ini. Dari ayat tersebut, tidak diperbolehkan melipat atau melilitkan bagian kerudung ke leher atau memasukkannya ke dalam pakaian bawah. Hal ini dimaksudkan agar kain tetap menutupi sampai bagian dada bawah muslimah. Selain itu menutup aurat juga berarti penggunaan bahan yang digunakan tidak boleh transparan sehingga tidak memperlihatkan warna rambut.

Itulah perbedaan dari ketiga kata yang sering digunakan dalam menyebutkan pakaian muslimah. Semakin tinggi kesadaran wanita muslimah untuk berpakaian sesuai syariat Islam, semakin banyak pula serapan jenis pakaian yang dahulu belum ada di Indonesia. Selain nama-nama tersebut, saat ini juga banyak nama atau model pakaian baru yang diadaptasi dari aturan berpakaian muslimah seperti hijab yang merupakan gabungan dari khimar dan jilbab, gamis, dan abaya. Walau jumlah muslimah yang memakainya masih dibilang sedikit, namun terus mengalami kenaikan dari waktu ke waktu.

Click to comment