Mengenal Lebih dalam Tentang Leukopenia dan 4 Faktor Penyebabnya

Semua orang tentu tahu apa itu leukosit, yakni sel darah putih yang ikut serta dalam aliran darah manusia. Sel darah putih ini ikut mengalir bersama sel darah merah ke seluruh tubuh meskipun dihasilkan oleh organ yang berbeda. Sel darah putih diketahui dibuat oleh sumsum pada tubuh manusia kemudian menyebar ke seluruh tubuh dengan tugas utama melawan infeksi yang disebabkan berbagai zat atau senyawa asing yang masuk ke tubuh. Contoh paling sederhana adalah melawan bakteri penyebab penyakit. 

Gambar terkait
 
Mengenal Leukopenia

Selama ini orang sepertinya hanya tahu jika kondisi berbahaya berkaitan dengan leukosit adalah ketika jumlahnya berlebihan. Paling populer adalah pada kasus leukimia atau kanker darah, dimana jumlah leukosit ini melebihi batas normal. Kemudian secara ganas dan sulit dikendalikan menyerang sel darah merah dan zat-zat bermanfaat bagi tubuh. Leukosit yang berperan untuk melawan infeksi virus, kuman, dan bakteri kini berbalik menyerang zat bermanfaat di tubuh sehingga menghadirkan efek yang mematikan.

Rupanya selain ada kemungkinan jumlah leukosit meningkat tajam, ada kondisi dimana jumlah leukosit ini justru sangat rendah. Kondisi ini di dalam dunia medis dikenal sebagai leukopenia yang tentunya perlu mendapatkan penanganan dengan segera. Sebab jika tidak nantinya malah menyebabkan beragam masalah kesehatan, sebab leukosit sendiri berperan penting dalam antibodi tubuh. Jumlah yang menurun tajam membuat kemampuan antibodi ini ikut menurun yang kemudian menyebabkan infeksi dalam skala besar dan cepat.

Penyebab Leukopenia

Kondisi leukopenia tentu tidak hanya terjadi begitu saja secara alami melainkan ada beberapa faktor yang menjadi penyebabnya. Secara umum penyebab kondisi ini adalah:

1. Memiliki kelainan bawaan,

Seperti yang sudah disinggung di awal bahwa sel darah putih atau leukosit ini diproduksi tubuh dari sumsum tulang. Sumsum tulang yang dimaksud disini adalah sumsum tulang belakang yang kemudian beredar ke seluruh tubuh. Kadarnya bisa sangat rendah bisa jadi karena penderita memiliki kelainan sejak lahir. Biasanya menyebabkan penurunan fungsi dari sumsum tulang belakang sehingga produksi leukosit perlahan menurun.

2. Tubuh mengalami infeksi,

Menurunnya kadar leukosit di dalam darah juga sering disebabkan karena tubuh mengalami suatu infeksi. Infeksi ini secara alami bisa dilawan oleh tubuh selama kondisi tubuh bugar dan kadar leukosit terbilang normal. Hanya saja ketika infeksi yang terjadi cukup parah dan malah menyerang sumsum tulang belakang, maka leukosit akan menurun drastis. Infeksi ini jenisnya beragam sebagai contoh adalah adanya serangan virus HIV ataupun virus TBS di tulang belakang.

3. Konsumsi obat tertentu ataupun menjalani kemoterapi,


Jumlah leukosit juga bisa menurun karena adanya efek samping atas konsumsi obat tertentu sesuai resep dokter maupun dilakukannya tindakan medis tertentu. Salah satu contohnya adalah diberikannya resep obat anti kejang ataupun obat anti hipertensi. Kedua jenis obat ini pada dasarnya efektif mengatasi gangguan kesehatan yang dialami pasien, namun efek sampingnya bisa menurunkan kadar leukosit. Sedangkan untuk tindakan medis biasa terjadi pada pasien yang menjalani kemoterapi.

4. Adanya penyakit yang merusak sumsum tulang belakang,

Selain infeksi yang disebabkan oleh virus dan bakteri yang berpotensi menurunkan kadar leukosit di dalam darah. Ternyata terdapat pula faktor dari penyakit yang dialami tubuh dan berkaitan dengan sumsum tulang belakang. Paling sering dijumpai adalah kasus pasien yang menderita kanker, dan tidak hanya leukimia. Sehingga merusak fungsi dari sumsum tulang belakang dan menyebabkan leukopenia.

Click to comment